Jumat, 10 Juli 2020

PERTAMA DAN BAHAGIA

Hari ini aku sengaja mengosongkan sebagian waktu untuk diri sendiri dari segala embel-embel kewajiban sebagai ibu pekerja. Tentu saja ini “Me Time” untuk ku. Ya, menikmati senja dengan segelas coffee latte adalah  perpaduan yang pas, sambil mengenang waktu yang sudah ku lewati hampir 30 tahun ini. Rasa nya waktu begitu singkat, aku masih sangat jelas mengingat semua nya seakan baru saja terjadi. Terlebih effort nya berasa seperti naik roller coaster.

Kini aku begitu menikmati semua nya saat ini. Perlahan tapi pasti, potongan ingatan ku tetang kisah itu seperti tampilan film yang menyuguhkan cerita namun aku lah pemeran utama nya. Tanpa sadar, jari ku lentur  menari diatas keyboard  seiring gambaran yang tampil di kepala ku akan masa lalu. Semua seakan se-irama merangkai semua ingatan ku menjadi sebuah cerita. 

Kini aku berada pada bagian yang sangat membuatku bahagia. Ingatan ku kembali pada masa itu, saat dimana dalam sepersekian detik status ku berubah. Aku yang saat itu adalah gadis kecil bagi Ayah dan Ibuku, hanya dalam hitungan detik dan Ijab yang terucap mengubah status menjadi seorang istri bagi sahabat ku sendiri. Mungkin ini juga bukan jadi satu-satunya  kebahagian yang hadir untuk setiap potongan ingatan tentang hidup ku, ada bagian lain yang bukan hanya sekedar bahagia, tapi semua nya jauh lebih bermakna. Pengalaman pertama dan paling berharga. 

Bagian itu adalah hari dimana kelahiran putra pertama kami, semua kebahagiaan mengalahkan rasa sakit persalinan yang aku rasakan. Lelah pun tiada arti, aku tak memperdulikan hal apapun selain pertemuan ini yang sangat aku nantikan selama 9 bulan. Ya, dia memang selalu bersama ku, ada di sebagian tubuh ku. Namun kehadiran nya selalu aku rindu, kini semua nyata. Wujud nya sudah dapat ku peluk dan belai.

Dia anak ku, dia mengajarkan ku banyak hal tentang hidup. Semua yang berhubungan dengan nya adalah pengalaman pertama dan berharga. Kehadiran nya mengajarkan banyak hal baru. Tentang bagaimana aku mencintai tanpa pamrih, berjuang, bertahan dan mengalah tanpa merasa kalah.

Rasa nya tak mampu aku tuliskan semua pengalaman-pengalaman itu, aku yakin para ibu baru seperti ku saat itu, juga merasakan hal yang sama. Jatuh cinta pada sesuatu yang belum terlihat jelas, hanya saja karena dia ada di sebagian tubuh kita cinta hadir begitu saja.

Menjadi seorang ibu bukan hanya pengalaman pertama yang sangat berharga, tapi juga tugas mulia bagi kita sebagai wanita di Dunia. Pahala dan syurga menjadi balasan nya, itu lah yang aku tau.

***

Tak terasa waktu berlalu, dia yang saat ini ku tulis kisah nya kini tengah menanti, me time yang ku nikmati harus ku akhiri se-iring meredupnya hari dan tanpa kusadari coffee latte yang sedari tadi menemani pun telah habis tak bersisa. Sungguh waktu sesingkat ini bahkan membuat ku menjadi begitu bahagia dan bergairah. Kini ada malaikat kecil yang tengah menanti ku, yang sedari tadi rela berbagi waktu untuk ku sesaat dengan dunia ku, dan dia dengan mainan kesayangan nya.

Terima kasih nak, kau telah memberi kesempatan kepada ku untuk menjadi Ibu mu. Kau banyak mengajarkan ku, semua yang kita lewati  sampai saat ini menjadi pengalaman berharga bagi ku.. Izinkan aku terus membersamai mu, hingga tiba waktu dimana akan  hadir wanita lain yang akan kau cintai selain aku. Saat itu aku pun tak akan cemburu, selagi dia pilihan yang baik untuk mu.

Tak banyak ingin ku atas dirimu nak, cukup bersaksi lah di hadapan Ilahi bahwa cinta ku padamu tulus dari hati. Jadilah buahati yang mampu menjadi penyelamat kami di Akhirat nanti..

Salam cinta, Ayah Bunda untuk mas Alkha… 😍❤

3 komentar:

  1. MasyaaAllah..kangen deh sama mba dwitaaa..

    BalasHapus
  2. MasyaaAllah..kangen deh sama mba dwitaaa..

    BalasHapus
  3. Masyaallah, udah lama aku ga me time sore-sore ditemani kopi.. Sekarang seringnya me time tengah malem atau dini hari..wkwk

    BalasHapus

PRA BUNDA SAYANG : WAHANA ISTANA PASIR

Alhamdulillah, setelah setahun lama nya menunggu akhirnya kembali menimba ilmu. Semoga di kelas kali ini bisa lebih bersungguh-sungguh dan i...