Senin, 17 Februari 2020

MASAK APA BUNDA | " Chicken Crispy "

Assalamualaikum Bunda,..

Setelah kemarin sharing menu kesukaan suami, kali ini saya mau sharing menu kesukaan nya mas Alkha. Dijamin makan nya lahap, dan ini menu andalan saya kalau Alkha lagi malas makan.

Yup.. sudah ketebak pasti ya dari judul nya.. 
Kayak nya hampir setiap anak suka banget menu ini deh. Sampai-sampai store frenchise yang menjual menu ini selalu ramai di kunjungi setiap hari nya. 

Nahh.. buat Bunda yang menu kesukaan anak nya sama seperti Alkha, gak perlu khawatir lagi harus rogoh kantong dalam-dalam untuk menyajikan menu ini di jam makan anak. Dijamin lebih sehat karna kita yang memilih bahan serta mengolah nya sendiri, dan di pastikan ini resep Chicken Crispy  rumahan anti gagal.... Selamat mencobaaaa....  ☺❤




Bahan :
  • 1 Bagian ayam dada atau paha, di potong sesuai selera
  • Minyak goreng
  • Tepung terigu 500 gram
  • Tepung maizena 200 gram
  • Bawang putih bubuk
  • Merica bubuk
  • Cabai merah bubuk
  • Kaldu ayam bubuk
  • Garam

Cara Membuat :
  • Marinasi ayam yang sudah di bersihkan dengan bumbu : 1 sdm bawang putih bubuk, 1 sdt merica bubuk, 1 sdt cabai bubuk, kaldu ayam dan garam sesuai selera. Simpan didalam kulkas selama 3-5 jam
  • Tepung bumbu : Campur 500 gram tepung terigu, 200 gram tepung maizena, 1 sdm bawang putih bubuk, 1 sdt merica bubuk, 1 sdm cabai merah bubuk, kaldu ayam dan garam sesuai selera. Lalu setelah tercampur rata, bagi tepung menjadi 2 bagian. 1 bagian untuk tepung bumbu celup (tambahkan 100-150 ml air es untuk membuat tekstur tepung menjadi sedikit cair) simpan di kulkas agar tetap dingin sebelum digunakan, dan 1 bagian lagi tepung yang kering untuk melapisi ayam yang akan di goreng. 
  • Panaskan minyak di dalam panci dengan api sedang.
  • Celupkan ayam yang telah di marinasi kedalam tepung cair, lalu balurkan kembali ayam pada tepung yang kering sambil di cubit-cubit perlahan. Cara ini untuk membentuk crispy yang menempel pada ayam nanti nya.
  • Masukkan ayam pada minyak yang telah dipanaskan, masak dengan api sedang selama 10-15 menit sampai berubah warna menjadi coklat keemasan. Pastikan seluruh bagian ayam tenggelam dalam minyak, agar ayam matang sempurna.



SELF LOVE

Self love, dari kalimat ini yang terlintas di pikiran saya adalah kebahagiaan diri sendiri.
Mungkin ini terdengar sangat egois. Tapi ini penting. Bagaimana mungkin kita membahagiakan orang lain sementara diri kita sendiri tidak bahagia. 

Buat sebagian orang ini mungkin saja, rela berjuang mati-matian untuk orang lain bahkan mengorbankan diri nya sendiri. Tapi percaya lah, pada akhir nya kau akan lelah dan frustasi dengan semua keadaan itu. Dan pada titik ini, tidak semua orang yang kau bahagiakan akan mengerti. Tak jarang kebanyakan dari mereka akan pergi dan meninggalkan mu sendiri. 

Dulu aku juga begitu, 28 tahun hidup dengan mengutamakan orang lain. Baik itu keluarga, teman atau pun yang lainnya. Sampai aku lupa, jika aku juga butuh bahagia, butuh perlakuan yang sama. Hingga akhirnya dunia berubah, semua berbalik dan tak lagi sama. 

Saat ku tak lagi mengutamakan mereka, mereka pun perlahan pergi. Disaat semua keadaan tak lagi sama, hanya mereka yang mengerti yang masih setia menemani.

Mulai saat ini berdamai lah pada diri sendiri, carilah kebahagiaan mu, cintai dirimu, hargai dirimu. 
Yakinkan diri kalau Aku Baik, Aku Cantik, Aku Bahagia bla ... bla ... bla.. dan kalimat positif lain nya.



* * * * * *

Rabu, 12 Februari 2020

UNSPOKEN FEELING | " Ibu, Kenapa Harus Aku ?! "


Bu, kenapa harus aku ?!

Hanya itu kalimat yang mampu aku ucap disaat kau menangkap basah diri ini yang tengah menangis selepas sujud ku.

Karena hanya kau yang mampu, nak.. Jawab mu..

Sesaat tangis ku kembali pecah, rasa nya ingin ku lepaskan semua sesak di dada. Tapi, lidah ku terlalu keluh untuk mengeluh.

Seperti biasa, pelukan mu selalu menjadi sumber kekuatan ku.
Dalam isak tangis, hati ku berkata. Bu, andai saja kau tau yang sebenar nya..

Perlahan kau lepaskan pekukan mu, dan bertanya. "Apa yang terjadi nak ?!"

Kenapa semua seakan tiada habis nya bu ?! tanya ku kembali pada mu.

Karna Allah cemburu pada mu nak, Dia ingin kau selalu mengingat Nya, bukan hanya Dunia.
Jika tidak dengan cara ini, mungkin sekarang kau tidak akan bersujud sambil menangis kepada Nya. 

Ah, bu..
Kau selalu saja mampu menenangkan ku.
Padahal, belum semua nya ku ceritakan padamu apa yang sebenar nya sedang aku hadapi.

Kau pun lanjut bercerita tentang hidup mu, sedang kan aku seakan masuk pada dimensi dalam cerita dan mencari mu. Aku ingin lihat, sedang apa kau bersama semua luka mu itu. 

Sekejap aku tersadar saat kau belai kepala ku. Dan kau berkata " kuat lah nak, jalan mu masih panjang. Jika kau lelah, kau boleh istirahat... Tapi tidak untuk kata menyerah "

Lagi-lagi ucapan mu seperti busur panah yang menghujam jantung ku, seakan kau tau apa yang sebenarnya terjadi. Padahal tak ada ucapan yang keluar dari mulut ku tentang semua yang harus ku hadapi saat ini. 

Kini aku sadar, seberapa pun umur ku. Bagimu aku tetaplah gadis kecil mu.
Bahkan di usia mu yang senja, kau masih saja memikirkan kebahagiaan ku.

Terima kasih bu...

Senin, 03 Februari 2020

SEKOLAH BUNDA | " Mengenal Angka "

Alhamdulillah, sampai hari ini masih konsisten menulis nya..
Bisa kembali produktif itu sungguh membahagiakan, membuat saya menikmati hari dan berbinar.
Kali ini, lagi - lagi saya dapat ide untuk konten baru yaitu " SEKOLAH BUNDA".  

Uppsss... jangan terkecoh dengan head line nya yak.. Kerena sesungguh nya ini bukan cerita tetang saya kembali belajar atau bersekolah. Melainkan kegiatan saya dalam mempersiapkan materi belajar untuk Alkha yang saat ini berusia 3,5 tahun. Ini bukan HS (Home Schooling) ya buibu, bahkan saat ini saya dan suami juga belum menetapkan jalur pendidikan seperti apa yang akan kami ambil untuk Alkha. Jujur untuk HS sendiri saya belum cukup percaya diri. Karena minimnya  informasi dan ilmu yang saya punya terkait HS, saat ini juga saya masih berkegiatan di ranah publik. Jadi sulit rasa nya all out dalam membersamai anak untuk kegiatan HS.

Okey, back to topik. Konten ini saya buat bertujuan untuk berbagi tips atau ide kepada ibu-ibu khususnya " Ibu Pekerja " untuk memberikan waktu yang berkualitas dalam membersamai anak di sisa waktu yang ada. Kenapa saya bilang sisa waktu?! Ya, bagi seorang " Ibu Pekerja" membagi waktu adalah hal terberat, karena hampir sebagian hari nya habis untuk berkegiatan di ranah publik dan domestik. Bahkan tak jarang urusan publik juga masih terbawa hingga kerumah. Ini juga merupakan pengalaman pribadi saya, apakah ibu-ibu yang saat ini membaca tulisan saya juga merasakan hal yang sama ?! Jika iya, semoga konten ini bermanfaat.☺

Ibu sejatinya adalah " Madrasah Pertama "  untuk anak-anak nya. Oleh karena itu, ibu pula lah yang sebaiknya menjadi tempat pertama anak mendapatkan pembelajaran untuk setiap proses tumbuh kembang nya. Banyak hal sebenarnya yang dapat ibu lakukan untuk memberikan waktu yang berkualitas dalam membersamai anak. Kalau saya pribadi biasanya di sela waktu bekerja selalu menyempatkan diri mencari materi belajar apa sekiranya yang dapat saya siapkan dan bawa pulang untuk diberikan kepada Alkha di sela waktu bermain nya bersama saya. Bisa berupa print-an angka berwarna, atau lipatan kertas origami yang nantinya akan kami gunting dan tempel pada kertas sehingga membentuk suatu pola gambar. Dan harus diperhatikan pula materi-materi yang dicari sesuai dengan kebutuhan, minat dan usia anak. Agar apa yang kita lakukan bersama anak juga sesuai dengan proses tumbuh kembang nya.

Kenapa sih harus nyiapi materi segala ?! Ya, karena waktu yang ada akan jadi tidak berkualitas jika hanya di habiskan untuk berkumpul namun ibu dan anak asik dengan dunia nya sendiri. Dan biasa nya gadgetlah yang menjadi dewa di waktu ini. Materi yang di siapkan juga sebenarnya tidak harus kaku dan rumit. Cukup di sesuaikan dengan minat dan karakter anak, serta di sajikan dengan suasana yang membuat anak bahagia, sambil bermain contoh nya.

Bahkan dengan mengajak anak melipat pakaian bersama sekalipun bisa menjadi aktifitas yang membahagiakan. Serta waktu yang singkat ini pun menjadi lebih berkualitas. Dan pastinya banyak hal positif yang dapat kita sampaikan melalui kegiatan sederhana ini kepada anak. Tentang tanggung jawab, kerapian dan kebersamaan. Atau untuk melatih motoriknya, ibu bisa mencari ide atau materi lainnya. Yang penting adalah anak bahagia menjalani nya.

Sebagai contoh lain, gambar dibawah ini merupakan materi belajar yang saya siapkan untuk Alkha. Kali ini saya ingin mengenalkan angka pada Alkha, tentu nya pengenalan ini dilakukan sambil bermain agar lebih meyenangkan dan mudah untuk dipahami.


Cara nya adalah :


  • Beberapa potongan kertas yang bertuliskan angka akan saya sebut dan perlihatkan kepada Alkha, serta saya akan meminta Alkha untuk menyebutkan nya kembali berulang, tahap awal cukup angka 1-3 saja. Ini merupakan langkah pengenalan. 
  • Selanjutnya ketiga angka tersebut akan saya letakan di atas lantai, karna motif yang saya print seolah-olah itu daun, maka saya akan meminta Alkha untuk melompat ke atas daun tersebut sambil menyebutkan angka nya. Langkah ini saya lakukan berulang dengan posisi angka yang berurutan. 
  • Setelah saya merasa Alkha mulai mengenal angka-angka tersebut, tahap selanjut nya posisi angka akan saya susun secara acak. Ini untuk melatih daya ingat dan pemahaman nya atas pengenalan angka di tahap sebelumnya. Dan alhamdulillah cara ini berhasil, Alkha sudah dapat mengenali angka 1-3 dengan cara yang menyenangkan. PR bunda masih panjang, masih ada angka selanjutnya dan 26 huruf lagi.☺☺


Note

Materi ini saya dapat dari mungilmu.com . Mungkin ini juga dapat menjadi refrensi ibu - ibu yang mencari materi belajar untuk anak - anak nya.


Untuk ibu - ibu lain yang punya cara dan materi unik untuk mengisi waktu dalam membersamai anak, boleh share juga cerita nya di comment ya.. Sharing Is Caring... Semagat ya bu, untuk terus menjadi Agent of Change ☺❤



PRA BUNDA SAYANG : WAHANA ISTANA PASIR

Alhamdulillah, setelah setahun lama nya menunggu akhirnya kembali menimba ilmu. Semoga di kelas kali ini bisa lebih bersungguh-sungguh dan i...