Rabu, 29 Januari 2020

BELAJAR " ZERO WASTE "


Selama ini saya hampir tidak pernah perduli soal sampah beserta dampak buruknya. Sampai suatu hari saya baca berita yang mana lagi ramai membahas soal pantai yang tercemar dengan sampah plastik. Bukan cuma itu, banyak lagi berita soal dampak buruk dari sampah plastik ini sendiri.

Sejak saat itu, perlahan tapi pasti rasa perduli soal sampah ini muncul. Bukan..  bukan karena ikut-ikutan untuk sesuatu yang lagi trend. Tapi kefikiran saja sama masa depan anak nanti nya di bumi ini kalau saya masih tidak perduli soal sampah. Mungkin yang saya lakukan saat ini tidak berdampak besar dalam penanggulangan sampah. Tapi minimal saya belajar untuk tidak memperburuk keadaan. Dan sejak saat itu saya mulai belajar tentang zero waste / less waste.

Sekarang saya mulai aktif untuk mencari tau hal-hal  apa sih yang bisa kita lakukan sebagai ibu rumah tangga untuk mengurangi sampah. Yang tanpa kita sadari, rumah tangga juga merupakan salah satu penghasil sampah terbanyak. Wow,..

Langkah untuk mengatasi nya ternyata ada strategi yang perlu di pahami dan di pelajari secara bertahap oleh Rumah Tangga, yaitu 5R :

  •           REFUSE       Menolak sampah masuk kerumah
  •           REDUCE      Mengurangi sesuatu yang mengakibatkan sampah
  •           REUSE          Menggunakan kembali barang yang masih bisa di pakai / upcycle barang
  •          RECYCLE    Mendaur ulang sampah
  •           ROT               Membusukan

Saat ini mungkin belum semuanya dapat saya lakukan, tapi untuk sesuatu yang memungkinkan telah saya praktekan, diantaranya  REFUSE, REDUCE dan REUSE. Dan masih ada 2R lagi yang menjadi PR untuk segera di laksanakan.

  •          REFUSE

Untuk menolak sampah masuk kerumah biasanya saya menggunakan todebag dan membawa wadah tiap kali akan berbelanja. Langkah ini sangat efektif untuk kita menolak sampah masuk kerumah.


  •          REDUCE

Langkah selanjutnya mengurangi sesuatu yang mengakibatkan sampah. Ini dapat dilakukan dengan cara membuat cemilan yang minim sampah saat mengadakan acara dirumah atau membuat alat/media untuk anak bermain dirumah. Karena biasanya, setiap ada acara kebanyakan dari kita ingin praktis untuk persiapan acara, oleh sebab itu tak jarang penggunaan alat makan berbahan plastik menjadi pilihan. Begitu juga dengan kebiasaan anak membeli mainan, hampir semua yang kita beli di luar akan dibungkus rapih menggunakan plastik. Bayangkan saja, demi memanjakan anak sudah berapa banyak pula sampah yang kita hasilkan?! Tak jarang mainan yang kita beli juga tidak edukatif.  Jika saja kita sedikit bijak untuk hal tersebut, kebanyangkan bonus apa yang bunda bisa dapatkan. Lebih hemat sudah pasti, karena tidak membeli sembarang mainan dan makanan diluar. Serta kita  juga ikut berperan aktif dalam mengurangi limbah sampah terutama plastik tentunya.



  •          REUSE

Untuk barang bekas juga biasa nya saya upcycle menjadi sesuatu yang bermanfaat dan dapat digunakan kembali dengan fungsi yang baru. Misal, kertas bekas saya upcycle menjadi vas bunga. Begitu pula garpu yang sudah mulai berkarat dan talenan dari souvenier pernikahan teman saya upcycle manjadi pajangan yang juga bermanfaat untuk gantungan serbaguna.



Memang butuh banyak belajar dan kesadaran soal penting nya edukasi minim sampah ini. Karena seperti yang kita tau, tidak sedikit musibah yang terjadi karena lalainya kita sebagai manusia yang hidup di bumi ini. Terlalu nyaman hidup serba mau enak, sampai tidak sadar kalau bumi rusak karena ulah kita sendiri.

Padahal setelah di jalani, belajar hidup minim sampah ini juga tidak sesulit dan seribet yang dibayangkan. Jadi buat ibu-ibu lainnya, please… kita harus mewariskan bumi ini dengan kondisi yang lebih baik untuk anak cucu kita kelak. Serta menjaga bumi juga merupakan suatu bentuk rasa syukur kita kepada sang pencipta.

Tetaplah semangat belajar dan konsisten menerapkan hidup minim sampah pada diri sendiri dan orang terdekat, karena semua hal kecil dimulai dari diri kita dan orang-orang terdekat kita. Semangat menjadi Agent of Change buibu sekalian…

#cintaibumi
#salamgreen
#zerowaste
#belajarhidupminimsampah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PRA BUNDA SAYANG : WAHANA ISTANA PASIR

Alhamdulillah, setelah setahun lama nya menunggu akhirnya kembali menimba ilmu. Semoga di kelas kali ini bisa lebih bersungguh-sungguh dan i...