Selama ini saya hampir tidak pernah
perduli soal sampah beserta dampak buruknya. Sampai suatu hari saya baca berita
yang mana lagi ramai membahas soal pantai yang tercemar dengan sampah plastik.
Bukan cuma itu, banyak lagi berita soal dampak buruk dari sampah plastik ini
sendiri.
Sejak saat itu, perlahan tapi pasti
rasa perduli soal sampah ini muncul. Bukan.. bukan karena
ikut-ikutan untuk sesuatu yang lagi trend. Tapi kefikiran saja sama masa depan
anak nanti nya di bumi ini kalau saya masih tidak perduli soal sampah. Mungkin
yang saya lakukan saat ini tidak berdampak besar dalam penanggulangan sampah.
Tapi minimal saya belajar untuk tidak memperburuk keadaan. Dan sejak saat itu
saya mulai belajar tentang zero waste / less waste.
Sekarang saya mulai aktif untuk mencari
tau hal-hal apa sih yang bisa kita lakukan sebagai ibu rumah tangga
untuk mengurangi sampah. Yang tanpa kita sadari, rumah tangga juga merupakan
salah satu penghasil sampah terbanyak. Wow,..
Langkah untuk mengatasi nya ternyata
ada strategi yang perlu di pahami dan di pelajari secara bertahap oleh Rumah
Tangga, yaitu 5R :
- REFUSE : Menolak sampah masuk kerumah
- REDUCE : Mengurangi sesuatu yang mengakibatkan sampah
- REUSE : Menggunakan kembali barang yang masih bisa di pakai / upcycle barang
- RECYCLE : Mendaur ulang sampah
- ROT : Membusukan
Saat ini mungkin belum semuanya
dapat saya lakukan, tapi untuk sesuatu yang memungkinkan telah saya praktekan,
diantaranya REFUSE, REDUCE dan REUSE. Dan
masih ada 2R lagi yang menjadi PR
untuk segera di laksanakan.
- REFUSE
Untuk menolak sampah masuk kerumah biasanya saya menggunakan
todebag dan membawa wadah tiap kali akan berbelanja. Langkah ini sangat efektif
untuk kita menolak sampah masuk kerumah.
- REDUCE
Langkah selanjutnya mengurangi sesuatu yang mengakibatkan
sampah. Ini dapat dilakukan dengan cara membuat cemilan yang minim sampah saat
mengadakan acara dirumah atau membuat alat/media untuk anak bermain dirumah.
Karena biasanya, setiap ada acara kebanyakan dari kita ingin praktis untuk
persiapan acara, oleh sebab itu tak jarang penggunaan alat makan berbahan
plastik menjadi pilihan. Begitu juga dengan kebiasaan anak membeli mainan,
hampir semua yang kita beli di luar akan dibungkus rapih menggunakan plastik.
Bayangkan saja, demi memanjakan anak sudah berapa banyak pula sampah yang kita hasilkan?!
Tak jarang mainan yang kita beli juga tidak edukatif. Jika saja kita
sedikit bijak untuk hal tersebut, kebanyangkan bonus apa yang bunda bisa dapatkan.
Lebih hemat sudah pasti, karena tidak membeli sembarang mainan dan makanan
diluar. Serta kita juga ikut berperan
aktif dalam mengurangi limbah sampah terutama plastik tentunya.
- REUSE
Untuk barang bekas juga biasa nya saya upcycle menjadi
sesuatu yang bermanfaat dan dapat digunakan kembali dengan fungsi yang baru.
Misal, kertas bekas saya upcycle menjadi vas bunga. Begitu pula garpu yang
sudah mulai berkarat dan talenan dari souvenier pernikahan teman saya upcycle manjadi
pajangan yang juga bermanfaat untuk gantungan serbaguna.
Memang butuh banyak belajar dan kesadaran
soal penting nya edukasi minim sampah ini. Karena seperti yang kita tau, tidak
sedikit musibah yang terjadi karena lalainya kita sebagai manusia yang hidup di
bumi ini. Terlalu nyaman hidup serba mau enak, sampai tidak sadar kalau bumi
rusak karena ulah kita sendiri.
Padahal setelah di jalani, belajar
hidup minim sampah ini juga tidak sesulit dan seribet yang dibayangkan. Jadi
buat ibu-ibu lainnya, please… kita harus mewariskan bumi ini dengan kondisi
yang lebih baik untuk anak cucu kita kelak. Serta menjaga bumi juga merupakan suatu
bentuk rasa syukur kita kepada sang pencipta.
Tetaplah semangat belajar dan konsisten
menerapkan hidup minim sampah pada diri sendiri dan orang terdekat, karena semua
hal kecil dimulai dari diri kita dan orang-orang terdekat kita. Semangat menjadi
Agent of Change buibu sekalian…
#cintaibumi
#salamgreen
#zerowaste
#belajarhidupminimsampah




Tidak ada komentar:
Posting Komentar