Rabu, 24 Juni 2020

TERIMA KASIH HUJAN


Pagi ini sama seperti biasa nya, tak banyak yang berbeda hanya saja pagi ini hujan hadir  memulai hari. Kegiatan ku pun masih seperti biasa, bangun shubuh, masak, berberes dan bersiap untuk bekerja.

Bus yang ku nantipun tiba, namun keberadaan ku di bus kali ini tak seperti biasa. Aku begitu menikmati setiap tetesan hujan yang menerpa jendela bus tepat di samping ku. Ya, memang sejak senin kemarin saat di tetapkan “Hujan” sebagai tema tulisan minggu ini, aku mulai berfikir  kira-kira tulisan apa yang akan ku buat. Hingga hari ini aku merasa semesta dan hati ku bersatu. Aku merasa sangat menikmati hujan pagi ini. Ntah lah, ntah sudah berapa lama aku tidak merasa seperti ini.

Sepanjang perjalanan aku begitu menikmati, kulihat bias pohon-pohon dijalan yang tak begitu jelas terlihat karena deras nya hujan membatasi jarak pandang pagi ini. Sesaat aku teringat masa kecil ku, aku seperti kembali ke masa-masa itu. Berlarian dibawah deras nya hujan, bermain riang bersama teman-teman. Oh, bahagia nya aku saat itu.

Namun seketika fikiran ku kembali, bus yang sedari tadi melaju mulai menurunkan kecepatan dan sesaat berhenti karena lampu lalu lintas menyala berwarna merah. Saat itu lamunan ku hilang dan pandangan ku bertemu dengan sepasang mata sendu. Mata itu milik wanita tua yang sedang mencoba menawarkan dagangan nya pada setiap orang  yang ada di hadapan nya, termasuk aku.

Mata kami bertemu, tatapan dan gerak nya mengisyaratkan untuk aku  membeli dagangan yang ia tawarkan. Seketika transaksi itu pun terjadi dan bus berlalu pergi. Lengan baju ku basah begitupun dengan barang yang ku beli dari wanita tua  tadi, barang itu berupa masker kain yang ntah berapa harga sebenar nya, namun kurasa uang yang aku berikan seharus nya lebih dari harga barang ini dipasaran.

Wajah dan  mata wanita tua itu masih hadir di benak ku, bahkan sampai saat ini saat aku menulis kisah ini, semakin ku ingat semakin jelas garis wajah nya di kepala ku. Aku memang tidak pernah tau seperti apa hidup nya hingga berjualan di tengah deras nya hujan menjadi pilihan. Dan dari wajah nya aku dapat menerka usia nya sama seperti usia ibu ku. Rasa syukurpun terus terucap dalam hati ku, kejadian pagi ini menjadi pelajaran berharga. Aku tidak pernah tau apakah hidupku lebih beruntung dari nya, apalagi setelah masa sulit yang aku hadapi akhir-akhir ini. Namun aku bersyukur Allah  masih memberi tempat yang baik untuk ibu ku, di saat wanita lain seusianya masih harus menahan dingin nya hujan demi bertahan hidup, tapi Allah beri ibu ku tempat layak untuk berlindung dari terik nya matahari dan deras nya hujan.

Sungguh, hujan pagi ini lain dari biasa nya. Sesaat hujan membawa ku pada lamunan kisah masa kecil ku, dan sesaat membawaku pada satu garis cerita tetang hidup dan rasa syukur. Terima kasih hujan.


PRA BUNDA SAYANG : WAHANA ISTANA PASIR

Alhamdulillah, setelah setahun lama nya menunggu akhirnya kembali menimba ilmu. Semoga di kelas kali ini bisa lebih bersungguh-sungguh dan i...