Hari ini aku sengaja mengosongkan
sebagian waktu untuk diri sendiri dari segala embel-embel kewajiban sebagai ibu
pekerja. Tentu saja ini “Me Time”
untuk ku. Ya, menikmati senja dengan
segelas coffee latte adalah perpaduan yang pas, sambil mengenang waktu
yang sudah ku lewati hampir 30 tahun ini. Rasa nya waktu begitu singkat, aku
masih sangat jelas mengingat semua nya seakan baru saja terjadi. Terlebih effort nya berasa seperti naik roller
coaster.
Kini aku begitu menikmati semua nya
saat ini. Perlahan tapi pasti, potongan ingatan ku tetang kisah itu seperti
tampilan film yang menyuguhkan cerita namun aku lah pemeran utama nya. Tanpa
sadar, jari ku lentur menari diatas keyboard seiring gambaran yang tampil di kepala ku
akan masa lalu. Semua seakan se-irama merangkai semua ingatan ku menjadi
sebuah cerita.
Kini aku berada pada bagian yang sangat
membuatku bahagia. Ingatan ku kembali pada masa itu, saat dimana dalam
sepersekian detik status ku berubah. Aku yang saat itu adalah gadis
kecil bagi Ayah dan Ibuku, hanya dalam hitungan detik dan Ijab yang terucap
mengubah status menjadi seorang istri bagi sahabat ku sendiri. Mungkin ini juga
bukan jadi satu-satunya kebahagian yang
hadir untuk setiap potongan ingatan tentang hidup ku, ada bagian lain yang
bukan hanya sekedar bahagia, tapi semua nya jauh lebih bermakna. Pengalaman
pertama dan paling berharga.
Bagian itu adalah hari dimana kelahiran putra
pertama kami, semua kebahagiaan mengalahkan rasa sakit persalinan yang aku
rasakan. Lelah pun tiada arti, aku tak memperdulikan hal apapun selain
pertemuan ini yang sangat aku nantikan selama 9 bulan. Ya, dia memang selalu
bersama ku, ada di sebagian tubuh ku. Namun kehadiran nya selalu aku rindu, kini
semua nyata. Wujud nya sudah dapat ku peluk dan belai.
Dia anak ku, dia mengajarkan ku banyak hal tentang hidup.
Semua yang berhubungan dengan nya adalah pengalaman pertama dan berharga.
Kehadiran nya mengajarkan banyak hal baru. Tentang bagaimana aku mencintai
tanpa pamrih, berjuang, bertahan dan mengalah tanpa merasa kalah.
Rasa nya tak mampu aku tuliskan semua
pengalaman-pengalaman itu, aku yakin para ibu baru seperti ku saat itu, juga merasakan hal yang sama. Jatuh cinta pada sesuatu yang belum terlihat jelas,
hanya saja karena dia ada di sebagian tubuh kita cinta hadir begitu saja.
Menjadi seorang ibu bukan hanya
pengalaman pertama yang sangat berharga, tapi juga tugas mulia bagi kita
sebagai wanita di Dunia. Pahala dan syurga menjadi balasan nya, itu lah yang
aku tau.
***
Tak terasa waktu berlalu, dia yang saat ini ku tulis kisah nya kini tengah menanti, me time yang ku nikmati harus ku akhiri
se-iring meredupnya hari dan tanpa kusadari coffee
latte yang sedari tadi menemani pun telah habis tak bersisa. Sungguh waktu
sesingkat ini bahkan membuat ku menjadi begitu bahagia dan bergairah. Kini ada
malaikat kecil yang tengah menanti ku, yang sedari tadi rela berbagi waktu
untuk ku sesaat dengan dunia ku, dan dia dengan mainan kesayangan nya.
Terima kasih nak, kau telah memberi
kesempatan kepada ku untuk menjadi Ibu mu. Kau banyak mengajarkan ku, semua
yang kita lewati sampai saat ini menjadi
pengalaman berharga bagi ku.. Izinkan aku terus membersamai mu, hingga tiba
waktu dimana akan hadir wanita lain yang
akan kau cintai selain aku. Saat itu aku pun tak akan cemburu, selagi dia
pilihan yang baik untuk mu.
Tak banyak ingin ku atas dirimu nak,
cukup bersaksi lah di hadapan Ilahi bahwa cinta ku padamu tulus dari hati.
Jadilah buahati yang mampu menjadi penyelamat kami di Akhirat nanti..
Salam cinta, Ayah Bunda untuk mas Alkha… 😍❤