Minggu, 02 Agustus 2020

PRA BUNDA SAYANG : WAHANA ISTANA PASIR

Alhamdulillah, setelah setahun lama nya menunggu akhirnya kembali menimba ilmu. Semoga di kelas kali ini bisa lebih bersungguh-sungguh dan istiqomah menjalani nya.

Meskipun saya belum pernah tau seperti apa Bunda Sayang di Batch sebelum nya, tapi untuk kali ini sangat menarik bagi saya. Baru di awal sudah dapat undangan Wisata Ceria ke pantai, saya suka- saya suka. Apa lagi ada 4 wahana wisata yang luar biasa menanti, yaitu:
  • Istana Pasir
  • Surfing
  • Wake Boarding
  • Diving
Tak lupa tiap wahana juga akan ada game nya, dan kali ini saya sedang bermain di wahana istana pasir. Di wahana  ini game nya adalah saya harus berfikir, menyiapkan peralatan serta mendesign seperti apa istana pasir yang saya inginkan. Sungguh menarik dan menantang, hahahhaha.

Sebelum mulai membuat istana pasir, saya memilih untuk membiarkan diri saya menikmati semua nya. Merasakan hangat nya pasir, sinar matahari yang menerpa wajah serta indah nya garis pantai sejauh mata memandang, tak lupa kelapa muda juga menemani untuk menghilangkan dahaga.


Setelah menikmati semua yang ada di hadapan saya, kini dapat saya gambarkan seperti apa istana pasir yang saya inginkan. Saya sadar, tidak akan mudah membuat nya. Tapi saya yakin, saya mampu mewujudkan nya. Saya hanya butuh ilmu, kesabaran, kebahagian dan teman yang se-frekuensi untuk membangun istana impian kami, ya kami. Istana ini nanti nya bukan hanya jadi impian dan keinginan saya, tapi juga teman hidup saya (baca: suami). 


Saya tidak akan mampu mewujudkan nya seorang diri, saya butuh dia untuk mewujudkan nya. Hingga akhir nya kebhagian ini juga bukan lagi hanya milik saya, tapi milik kami. 

ILMU - SABAR - BAHAGIA : Tiga elemen ini lah yang akan menjadi peta diri saya.


Senin, 20 Juli 2020

H A R A P A N

Harapan itu sesuatu yang tak dapat kau lihat, namun dapat kau rasakan. Dan itu adalah hal yang kau inginkan.

Harapan itu tidak selalu tentang pencapaian dan kesempurnaan. Bahkan disaat kau tak dapat mewujudkan nya bukan berarti kau gagal.

Dulu aku sempat salah mengartikan tetang harapan, merasa gagal karena suatu kesalahan, merasa begitu mengecewakan orang-orang yang aku sayang. Entah lah, mungkin aku yang terlalu dangkal dalam berfikir. Atau memang keadaan ingin mengajak ku berdamai pada takdir.

Aku begitu keras memaksa diriku untuk menjadi sempurna dimata mereka, menyuguhkan apa yang mereka mau, bahkan terkadang tak mereka butuh. Ya, aku lupa bahwa aku juga hidup di dunia yang tak sempurna bahkan bersama orang-orang yang tak sempurna pula.

Semakin hari aku semakin sadar, sungguh bukan itu yang mereka harapakan. Terutama orang tua ku, mereka bahkan hampir tak butuh semua yang aku suguhkan. Ya, mungkin itu membuat nya bahagia, tapi bukan bagian dari harapan nya. Bahkan disaat mereka menerima semua itu dari ku, justru mereka sedikit kehilangan harapan nya akan diriku.

Sungguh mereka tak butuh semua itu, mereka hanya butuh aku yang mendengar, aku yang menolong dan aku yang berbakti pada nya. Se-sederhana itu harapan mereka akan diriku.

Mungkinkah aku juga punya harapan yang sama akan anak ku kelak ?, Ntah lah,..


Jumat, 10 Juli 2020

PERTAMA DAN BAHAGIA

Hari ini aku sengaja mengosongkan sebagian waktu untuk diri sendiri dari segala embel-embel kewajiban sebagai ibu pekerja. Tentu saja ini “Me Time” untuk ku. Ya, menikmati senja dengan segelas coffee latte adalah  perpaduan yang pas, sambil mengenang waktu yang sudah ku lewati hampir 30 tahun ini. Rasa nya waktu begitu singkat, aku masih sangat jelas mengingat semua nya seakan baru saja terjadi. Terlebih effort nya berasa seperti naik roller coaster.

Kini aku begitu menikmati semua nya saat ini. Perlahan tapi pasti, potongan ingatan ku tetang kisah itu seperti tampilan film yang menyuguhkan cerita namun aku lah pemeran utama nya. Tanpa sadar, jari ku lentur  menari diatas keyboard  seiring gambaran yang tampil di kepala ku akan masa lalu. Semua seakan se-irama merangkai semua ingatan ku menjadi sebuah cerita. 

Kini aku berada pada bagian yang sangat membuatku bahagia. Ingatan ku kembali pada masa itu, saat dimana dalam sepersekian detik status ku berubah. Aku yang saat itu adalah gadis kecil bagi Ayah dan Ibuku, hanya dalam hitungan detik dan Ijab yang terucap mengubah status menjadi seorang istri bagi sahabat ku sendiri. Mungkin ini juga bukan jadi satu-satunya  kebahagian yang hadir untuk setiap potongan ingatan tentang hidup ku, ada bagian lain yang bukan hanya sekedar bahagia, tapi semua nya jauh lebih bermakna. Pengalaman pertama dan paling berharga. 

Bagian itu adalah hari dimana kelahiran putra pertama kami, semua kebahagiaan mengalahkan rasa sakit persalinan yang aku rasakan. Lelah pun tiada arti, aku tak memperdulikan hal apapun selain pertemuan ini yang sangat aku nantikan selama 9 bulan. Ya, dia memang selalu bersama ku, ada di sebagian tubuh ku. Namun kehadiran nya selalu aku rindu, kini semua nyata. Wujud nya sudah dapat ku peluk dan belai.

Dia anak ku, dia mengajarkan ku banyak hal tentang hidup. Semua yang berhubungan dengan nya adalah pengalaman pertama dan berharga. Kehadiran nya mengajarkan banyak hal baru. Tentang bagaimana aku mencintai tanpa pamrih, berjuang, bertahan dan mengalah tanpa merasa kalah.

Rasa nya tak mampu aku tuliskan semua pengalaman-pengalaman itu, aku yakin para ibu baru seperti ku saat itu, juga merasakan hal yang sama. Jatuh cinta pada sesuatu yang belum terlihat jelas, hanya saja karena dia ada di sebagian tubuh kita cinta hadir begitu saja.

Menjadi seorang ibu bukan hanya pengalaman pertama yang sangat berharga, tapi juga tugas mulia bagi kita sebagai wanita di Dunia. Pahala dan syurga menjadi balasan nya, itu lah yang aku tau.

***

Tak terasa waktu berlalu, dia yang saat ini ku tulis kisah nya kini tengah menanti, me time yang ku nikmati harus ku akhiri se-iring meredupnya hari dan tanpa kusadari coffee latte yang sedari tadi menemani pun telah habis tak bersisa. Sungguh waktu sesingkat ini bahkan membuat ku menjadi begitu bahagia dan bergairah. Kini ada malaikat kecil yang tengah menanti ku, yang sedari tadi rela berbagi waktu untuk ku sesaat dengan dunia ku, dan dia dengan mainan kesayangan nya.

Terima kasih nak, kau telah memberi kesempatan kepada ku untuk menjadi Ibu mu. Kau banyak mengajarkan ku, semua yang kita lewati  sampai saat ini menjadi pengalaman berharga bagi ku.. Izinkan aku terus membersamai mu, hingga tiba waktu dimana akan  hadir wanita lain yang akan kau cintai selain aku. Saat itu aku pun tak akan cemburu, selagi dia pilihan yang baik untuk mu.

Tak banyak ingin ku atas dirimu nak, cukup bersaksi lah di hadapan Ilahi bahwa cinta ku padamu tulus dari hati. Jadilah buahati yang mampu menjadi penyelamat kami di Akhirat nanti..

Salam cinta, Ayah Bunda untuk mas Alkha… 😍❤

Rabu, 24 Juni 2020

TERIMA KASIH HUJAN


Pagi ini sama seperti biasa nya, tak banyak yang berbeda hanya saja pagi ini hujan hadir  memulai hari. Kegiatan ku pun masih seperti biasa, bangun shubuh, masak, berberes dan bersiap untuk bekerja.

Bus yang ku nantipun tiba, namun keberadaan ku di bus kali ini tak seperti biasa. Aku begitu menikmati setiap tetesan hujan yang menerpa jendela bus tepat di samping ku. Ya, memang sejak senin kemarin saat di tetapkan “Hujan” sebagai tema tulisan minggu ini, aku mulai berfikir  kira-kira tulisan apa yang akan ku buat. Hingga hari ini aku merasa semesta dan hati ku bersatu. Aku merasa sangat menikmati hujan pagi ini. Ntah lah, ntah sudah berapa lama aku tidak merasa seperti ini.

Sepanjang perjalanan aku begitu menikmati, kulihat bias pohon-pohon dijalan yang tak begitu jelas terlihat karena deras nya hujan membatasi jarak pandang pagi ini. Sesaat aku teringat masa kecil ku, aku seperti kembali ke masa-masa itu. Berlarian dibawah deras nya hujan, bermain riang bersama teman-teman. Oh, bahagia nya aku saat itu.

Namun seketika fikiran ku kembali, bus yang sedari tadi melaju mulai menurunkan kecepatan dan sesaat berhenti karena lampu lalu lintas menyala berwarna merah. Saat itu lamunan ku hilang dan pandangan ku bertemu dengan sepasang mata sendu. Mata itu milik wanita tua yang sedang mencoba menawarkan dagangan nya pada setiap orang  yang ada di hadapan nya, termasuk aku.

Mata kami bertemu, tatapan dan gerak nya mengisyaratkan untuk aku  membeli dagangan yang ia tawarkan. Seketika transaksi itu pun terjadi dan bus berlalu pergi. Lengan baju ku basah begitupun dengan barang yang ku beli dari wanita tua  tadi, barang itu berupa masker kain yang ntah berapa harga sebenar nya, namun kurasa uang yang aku berikan seharus nya lebih dari harga barang ini dipasaran.

Wajah dan  mata wanita tua itu masih hadir di benak ku, bahkan sampai saat ini saat aku menulis kisah ini, semakin ku ingat semakin jelas garis wajah nya di kepala ku. Aku memang tidak pernah tau seperti apa hidup nya hingga berjualan di tengah deras nya hujan menjadi pilihan. Dan dari wajah nya aku dapat menerka usia nya sama seperti usia ibu ku. Rasa syukurpun terus terucap dalam hati ku, kejadian pagi ini menjadi pelajaran berharga. Aku tidak pernah tau apakah hidupku lebih beruntung dari nya, apalagi setelah masa sulit yang aku hadapi akhir-akhir ini. Namun aku bersyukur Allah  masih memberi tempat yang baik untuk ibu ku, di saat wanita lain seusianya masih harus menahan dingin nya hujan demi bertahan hidup, tapi Allah beri ibu ku tempat layak untuk berlindung dari terik nya matahari dan deras nya hujan.

Sungguh, hujan pagi ini lain dari biasa nya. Sesaat hujan membawa ku pada lamunan kisah masa kecil ku, dan sesaat membawaku pada satu garis cerita tetang hidup dan rasa syukur. Terima kasih hujan.


PRA BUNDA SAYANG : WAHANA ISTANA PASIR

Alhamdulillah, setelah setahun lama nya menunggu akhirnya kembali menimba ilmu. Semoga di kelas kali ini bisa lebih bersungguh-sungguh dan i...