Minggu, 05 Januari 2020

MENIKAH ITU BUTUH ILMU !!


Pengalaman pribadi, menikah karena usia. Ya.. sejak zaman kuliah, sering kali menghadiri undangan pernikahan. Baik itu pernikhan teman kuliah, teman kerja ataupun keluarga. Sejak saat itu terbesit difikiran saya untuk menikah sebelum usia 25. Ntahlah, ntah apa yang menjadi alasan saya saat itu. Yang pasti keinginan yang slalu saya sematkan dalam do’a terkabul.

Tepat 3 bulan sebelum usia saya genap 25 tahun, saya di persunting seorang laki-laki yang saya kenal cukup lama. Dan alasan itu pula yang menbuat saya yakin untuk menerima nya menjadi teman hidup saya. Tak banyak yang saya tau soal pernikahan. Hanya sedikit tau bahwa menikah itu penyempurna agama, dan pembuka pintu rezeki. (**dan menjadi harapan kami)

Apakah saat itu saya bahagia ?! Ya.. pasti..

Apakah mudah bagi saya untuk beradaptasi pada pernikahan kami ?! Jawaban nya TIDAK

Karna saya menikah karna usia. Tanpa ilmu dan kesiapan yang cukup matang dan banyak hal lain tentang pernikahan yang saya tidak tau. Bahkan kami memulai pernikahan kami tanpa tujuan dan belum tau mau dibawa kemana rumah tangga yang kami bina.

Ternyata menikah bukan hanya soal waktu, tapi kesiapan dan ilmu sangat berpengaruh. Seperti saya, yang akhirnya merasa ingin menyerah di awal pernikahan. Memang, saya tidak sampai mengungkapkan rasa ini pada suami. Tapi tahun-tahun pertama menikah buat saya merasa seperti terperangkap pada kehidupan yang bertebaran banyak ranjau. Yang siap meledakan saya untuk tiap langkah yang salah.

Bukan, ini semua bukan karna saya tidak bersyukur. Tapi karna memang saat memilih untuk menikah saya tidak punya cukup bekal ilmu dan kesiapan untuk menghadapi hari-hari baru. Menikah bukan soal hidup bersama dan happy ending di akhir cerita, seperti novel-novel cinta yang banyak saya baca. Menikah adalah membagi hidup kita pada orang baru dan menjalani nya bersama. Dan ini tidak akan mudah.

Tahun pertama menikah, semua baik-baik saja. Meskipun sejujurnya banyak hal baru yang masih sulit untuk saya terima. Ego masih tinggi bahkan hormon saat hamilpun menjadi unjian baru.

Tahun kedua, kembali berbagi hidup dengan orang baru. Bukan hanya dengan suami tapi sudah ada anak yang kini hadir. Babyblues bukan lagi, rasa nya sulit untuk berdamai pada diri sendiri sejak lahirnya malaikat kecil kami. Perubahan berasa begitu nyata dan begitu cepat. Siap tidak siap harus di jalani.

Tahun ketiga rasanya hampir membuat saya gila. Hilang nya rasa percaya diri, insecure semakin menjadi-jadi. Tak jarang hal kecil menjadi konflik rumah tangga kami. Hingga banyak hal tentang anak yang rasa nya membuat kepala saya ingin pecah. Tapi apakah lantas saya menyerah ?! Tentu tidak. Akhirnya waktu menyadarkan saya, bahwa semua ini terjadi karna kurang nya kesiapan dan ilmu dari diri saya dan suami. Kami hampir lupa menetapkan tujuan dari rumah tangga kami. Yang membuat hubungan ini berjalan tanpa arah walau ada nakhoda.

Hingga di awal tahun keempat pernikahan, Allah tunjukan saya satu jalan. Bergabung pada salah satu komunitas yang MasyaAllah akhir nya merubah sudut pandang saya terntang pernikahan. Dan menyuguhkan banyak ilmu tentang kehidupan berumah tangga. Belajar tentang potensi diri, memahami maksud dan tujuan saya ada di muka bumi serta hal lain yang berkaitan tentang maksud dan tujuan kita hidup di dunia sebagi “agent of chage”.

Disini saya tau, bahwa tak seharusnya menikah hanya karena usia. Berapapun usia mu jika kau sudah cukup ilmu dan kesiapan dalam berumah tangga, semua akan menjadi mudah. Karna sebelum memulai berbagi hidup dengan orang baru, sudah seharusnya kau tau lebih dulu apa yang menjadi potensi dalam dirimu, apa tujuan hidup mu dan kenapa kau ada di muka bumi ini. Dengan begitu kau akan bertemu dengan orang yang cocok untuk mu dan lebih mudah untuk mu memulai hidup baru bersama nya.

Karna menikah itu adalah perubahan. Jadi jika konflik yang terjadi karna kau merasa pasangan mu berubah atau sebalaik nya, ya karna itulah hakikat nya menikah. Berubah sesuai dengan tujuan yang telah disepakati bersama. Jika kau punya ilmu dan kesiapan, ini semua akan menjadi lebih mudah.

Mungkin tiap orang punya arti atau pengalaman yang berbeda tentang pernikahan dan berumah tangga. Tapi yang dapat saya share kali ini hanyalah sedikit cerita dari sudut pandang dan pengalaman saya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Dan semoga ada hal-hal baru yang dapat saya bagikan kembali lewat tulisan saya. Aamiinn...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PRA BUNDA SAYANG : WAHANA ISTANA PASIR

Alhamdulillah, setelah setahun lama nya menunggu akhirnya kembali menimba ilmu. Semoga di kelas kali ini bisa lebih bersungguh-sungguh dan i...